
JAKARTA — PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terus menggeber ekspansi bisnis infrastruktur digital di tengah meningkatnya kebutuhan akses internet di Indonesia. Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil, seiring melonjaknya kontribusi bisnis telekomunikasi terhadap kinerja perseroan.
Memasuki 2026, WIFI tidak hanya mengandalkan bisnis jaringan fiber optic, tetapi juga memperluas layanan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) melalui produk Internet Rakyat. Layanan tersebut mulai memasuki fase komersial dan menjadi salah satu bagian penting dari strategi perseroan memperluas penetrasi internet.
Ekspansi tersebut juga ditopang pendanaan berskala besar. Anak usaha WIFI, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), menerbitkan Samurai Bond senilai JPY21,4 miliar atau sekitar Rp2,4 triliun di pasar modal Jepang. Dana tersebut diarahkan untuk mempercepat pengembangan jaringan fiber-to-the-home (FTTH) dan infrastruktur digital perseroan.
Dampak ekspansi mulai tercermin dalam laporan keuangan. Pada semester I 2026, WIFI membukukan pendapatan Rp1,57 triliun, melonjak 206% secara tahunan. Segmen telekomunikasi menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan sekitar Rp1,28 triliun, tumbuh 357% YoY dan menyumbang sekitar 82% dari total pendapatan.
Kinerja laba juga ikut terdongkrak. EBITDA perseroan meningkat 117% menjadi sekitar Rp948,9 miliar, sedangkan laba bersih naik 118% menjadi Rp496,8 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai sekitar Rp331,2 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa WIFI mulai bergeser dari fase pembangunan infrastruktur menuju fase monetisasi jaringan. Basis pelanggan HomeConnect FTTH juga telah mencapai sekitar 1,85 juta pelanggan, menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan segmen telekomunikasi.
Dengan tambahan sumber pendanaan dari pasar obligasi serta ekspansi FTTH dan FWA, ruang pertumbuhan WIFI masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mencermati kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan pelanggan, meningkatkan utilisasi jaringan, serta mengubah belanja modal menjadi pendapatan dan arus kas.
Ekspansi WIFI kini memasuki fase yang lebih menentukan: bukan lagi sekadar membangun jaringan, tetapi membuktikan bahwa investasi infrastruktur tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan laba secara berkelanjutan.
