blank

JAKARTA – Pergerakan pasar saham Indonesia sepanjang pekan 24–28 Agustus 2026 berlangsung cukup fluktuatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah tipis 0,12 persen ke level 6.518,12 dibandingkan posisi pekan sebelumnya di 6.525,69.

Tekanan terhadap IHSG terjadi meski indeks sempat mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (27/8), ketika IHSG melonjak 1,81 persen dan kembali menembus level 6.500. Namun, penguatan tersebut belum mampu membawa indeks bertahan di zona hijau hingga akhir pekan.

Pada perdagangan Jumat (28/8), IHSG ditutup turun 0,06 persen atau 3,63 poin ke posisi 6.518,12. Aktivitas transaksi masih cukup tinggi dengan nilai perdagangan sekitar Rp14,9 triliun dan volume mencapai 34,2 miliar saham. Sebanyak 328 saham melemah, sementara 276 saham menguat dan 188 saham lainnya stagnan.

Saham Big Caps Jadi Perhatian

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi perhatian pelaku pasar sepanjang pekan lalu. Berdasarkan data perdagangan mingguan, BYAN menjadi salah satu saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap IHSG dengan kontribusi penurunan sekitar 16,70 poin.

Selain BYAN, saham BBRI, AMRT, BREN dan TLKM juga masuk dalam jajaran saham yang menjadi pemberat IHSG sepanjang pekan perdagangan 24–28 Agustus 2026.

Di sisi lain, investor asing masih menunjukkan aktivitas pembelian pada sejumlah saham. Data perdagangan pekan lalu menunjukkan adanya net buy asing, yang menjadi salah satu sentimen positif di tengah pergerakan IHSG yang masih cenderung volatil.

Rebalancing MSCI Jadi Sentimen Utama

Memasuki pekan baru, perhatian investor tertuju pada penyesuaian indeks MSCI yang efektif mulai 1 September 2026. Perubahan komposisi tersebut berpotensi memicu perubahan aliran dana pada sejumlah saham Indonesia.

blank

Salah satu perubahan penting adalah keluarnya GOTO dan CPIN dari kategori Global Standard MSCI, sementara sejumlah saham lainnya juga mengalami perubahan klasifikasi. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mencermati potensi peningkatan volatilitas dan arus dana asing.

Analis memperkirakan IHSG pada perdagangan Senin (31/8) masih berpotensi bergerak volatil. Sejumlah analis melihat indeks memiliki peluang mengalami koreksi terbatas, meski secara teknikal masih terdapat ruang untuk kembali menguat apabila mampu bertahan di atas level support tertentu.

Saham yang Patut Dicermati

Di tengah kondisi pasar yang masih penuh kehati-hatian, sejumlah saham menjadi perhatian analis untuk perdagangan awal pekan. Saham BBRI, BBNI dan CTRA antara lain disebut sebagai saham yang layak dicermati oleh analis.

Sementara itu, AMRT, INDF dan LSIP juga menjadi beberapa saham yang mendapat perhatian untuk pekan berjalan, dengan level target harga yang berbeda berdasarkan analisis masing-masing sekuritas.

Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, perkembangan ekonomi domestik, serta dampak rebalancing MSCI.

Dengan kondisi tersebut, investor diperkirakan masih akan menerapkan strategi wait and see sambil mencermati pergerakan saham-saham berfundamental kuat dan likuid.

Catatan: Informasi saham di atas merupakan rangkuman berita dan pandangan analis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investor perlu melakukan riset dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.