TOTALITASNEWS.COM, SINJAI – Udara di ruang rapat DPRD Kabupaten Sinjai terasa hangat oleh semangat kolaborasi, Rabu pagi (5/11/2025). Satu per satu perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir, membawa berkas, data, dan ide untuk satu tujuan besar: memastikan pendapatan daerah tahun 2026 direncanakan dengan matang dan realistis.

Rapat kerja yang digelar Komisi III DPRD Sinjai itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, Zulkifli, didampingi para anggota — Nurfa Damayanti, Agus, Mapahakkang, Ardiansyah, dan H. Bahar. Suasana pertemuan berjalan serius namun penuh semangat.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibedah satu per satu. Komisi III menekankan pentingnya strategi baru dalam menggali potensi lokal agar Sinjai dapat memperkuat kemandirian fiskal tanpa terlalu bergantung pada dana transfer pusat.

“Perencanaan yang realistis dan akurat menjadi kunci agar program pembangunan bisa berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Zulkifli menegaskan di hadapan peserta rapat.

Selain membahas proyeksi pendapatan tahun depan, Komisi III juga meninjau realisasi pendapatan per 1 November 2025. Evaluasi ini menjadi pijakan penting untuk mengetahui sejauh mana target tahun berjalan tercapai, sekaligus menentukan langkah korektif yang diperlukan.

Tak hanya berhenti di angka dan grafik, semangat inovasi turut menjadi sorotan. Komisi III mendorong setiap OPD untuk berani berinovasi dalam menggali potensi daerah — baik dari sektor pariwisata, perdagangan, infrastruktur, hingga lingkungan hidup. Transparansi dan efisiensi anggaran juga menjadi komitmen bersama.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah OPD strategis, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Disperindag, Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian.

Dari forum itu, lahir satu benang merah: tahun 2026 bukan sekadar angka dalam kalender anggaran, tetapi momentum bagi Sinjai untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui sinergi dan perencanaan yang lebih tajam. (*)