
Masa penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) emiten pemasok genset, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), resmi ditutup pada hari ini, Senin (6/7/2026) pukul 09.00 WIB. Hajatan pasar modal ini mencatat antusiasme yang luar biasa dengan lebih dari 600.000 investor ritel yang mengantre untuk mendapatkan jatah saham perdana tersebut.
Berdasarkan data prospektus final, perusahaan menetapkan harga IPO sebesar Rp442 per lembar saham, yang berada di batas tengah dari rentang penawaran awal (book building) sebesar Rp400–Rp500 per saham. Melalui aksi korporasi ini, BACH melepas sebanyak 615 juta lembar saham baru atau setara dengan 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, total dana segar yang berhasil diraup mencapai Rp271,83 miliar.
Rencana Penggunaan Dana dan Hubungan dengan Grup Djarum
Sesuai rancangan bisnis yang dipublikasikan di platform e-IPO, manajemen BACH mengalokasikan sebagian besar dana hasil IPO untuk modal kerja, termasuk pengadaan unit genset baru untuk mendukung perluasan infrastruktur digital. Sisanya akan digunakan untuk membayar sebagian utang jangka panjang kepada perbankan.
Daya tarik utama dari emiten bersandi BACH ini terletak pada statusnya sebagai perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Djarum. Melalui mekanisme opsi saham pasca-IPO, kepemilikan saham mayoritas diproyeksikan akan beralih ke PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) yang berada di bawah kendali Martin Basuki Hartono dan Viktor Rahmat Hartono selaku ultimate beneficial owner (UBO).
Valuasi dan Prospek Industri
Analis sekuritas melihat model bisnis terintegrasi BACH—yang menggabungkan penjualan genset dengan jasa pemeliharaan menara telekomunikasi—menjadi keunggulan kompetitif yang kuat di tengah tingginya permintaan listrik cadangan (backup power) nasional. Di sisi lain, riset awal menunjukkan bahwa saham BACH ditawarkan dengan valuasi yang relatif lebih rendah atau undervalued dibandingkan dengan rata-rata industri sejenis.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) dalam aksi korporasi ini adalah PT Erdikha Elit Sekuritas. Setelah proses penutupan penawaran umum dan penjatahan efek selesai dilakukan hari ini, distribusi saham secara elektronik dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026. Saham BACH direncanakan akan memulai debut perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 8 Juli 2026.




