
Tren positif terus membayangi PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI. Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026), produsen jeli dan makanan ringan bermerek INACO ini kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan hari kedua, Rabu (8/7/2026).
Sentuh Batas ARA Dua Hari Beruntun
-
- Saham JELI ditutup melesat di level Rp1.405 per lembar saham pada hari kedua.
- Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari perdagangan hari pertama, di mana JELI langsung melejit 25% menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) ke posisi Rp1.125 dari harga penawaran awal sebesar Rp900 per saham.
- Tingginya minat pasar tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscription) yang mencapai 273,37 kali pada porsi pooling saat masa penawaran umum.
- Investor ritel bahkan harus bersaing ketat dengan antrean beli di pasar sekunder yang sempat menumpuk hingga jutaan lot.
Kantongi Dana Rp239,4 Miliar untuk Ekspansi
Melalui aksi korporasi penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) ini, perseroan melepas 266 juta lembar saham baru atau setara 21,01% dari modal ditempatkan. JELI sukses mengantongi dana segar sebesar Rp239,4 miliar yang akan dialokasikan untuk:
-
- 56,70% dialirkan sebagai modal anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), guna menggenjot kapasitas produksi gummy candy dan produk jeli baru.
- 22,36% dialokasikan untuk modal kerja operasional.
- 10,90% dimanfaatkan guna melunasi sebagian utang bank jangka pendek.
- 10,04% digunakan untuk peningkatan kapasitas logistik dan rantai pasok perusahaan.
Optimisme Fundamental dan Inovasi Produk
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, menilai lonjakan harga saham JELI wajar terjadi mengingat status perusahaan sebagai pemimpin pasar dessert jeli di Indonesia dengan rekam jejak lebih dari 35 tahun. Di sisi lain, Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menyatakan bahwa dana IPO ini akan memperkokoh fondasi perusahaan untuk lepas dari pertumbuhan konservatif melalui inovasi produk bernilai tambah tinggi di pasar domestik maupun ekspor.






