totalitasnews, Gowa – Kebahagiaan dan rasa bangga tak sembunyi dari wajah Muh. Danial Dg Majja dan Suriyani. Pasangan petugas kebersihan di Pasar Minasa Maupa, Kabupaten Gowa, itu kini bisa tersenyum penuh makna melihat putra mereka, Akbar Dani, berdiri tegak mengenakan seragam kebesaran TNI dengan pangkat Prajurit Dua (Prada). Di balik keberhasilan itu, tersimpan kisah perjuangan tulus yang tumbuh dari keringat orang tua yang bekerja keras di tengah hiruk-pikuk di pasar Sabtu, (23/5/2026).

Dengan penghasilan yang pas-pasan, Danial dan Suriyani tak pernah mengeluh. Meski hari-hari mereka dihabiskan di antara tumpukan sampah dan debu, mereka memiliki satu kekayaan terbesar: harapan agar Akbar bisa mengubah nasib dan meraih masa depan lebih baik. Sejak kecil, Akbar menyaksikan betapa beratnya perjuangan orang tuanya. Ia sering melihat mereka pulang dalam kelelahan, namun selalu menyisakan semangat dan senyum untuknya. Itulah yang menjadi pendorong terbesar baginya untuk bertekad kuat menjadi orang berguna dan membalas semua pengorbanan itu.

“Bapak dan Ibu selalu berpesan: ‘Nak, kami tak bisa berikan kemewahan, tapi kami berikan seluruh tenaga dan doa agar kamu sukses dan berbakti pada negeri’,” kenang Akbar.

Kalimat itu yang selalu ia pegang saat berlatih keras mempersiapkan diri mengikuti seleksi penerimaan prajurit. Di sela latihan, ia pun tak segan membantu orang tuanya di pasar, sadar bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuknya adalah hasil keringat mereka.

Ketekunan, latihan fisik tanpa kenal lelah, serta doa tulus orang tua akhirnya membuahkan hasil manis. Akbar resmi lulus dan diangkat menjadi prajurit TNI. Kabar ini menjadi hadiah terindah bagi kedua orang tuanya. Di tengah kebahagiaan itu, Danial tak kuasa menahan haru.

“Tak ada kata yang bisa gambarkan perasaan kami. Pekerjaan kami adalah pekerjaan mulia, tapi melihat anak kami mengenakan seragam negara dan mengabdi pada bangsa, itu kebanggaan yang tak ternilai. Ini balasan terindah dari segala lelah kami,” ujar Danial dengan mata berkaca-kaca.

Ia pun tak lupa menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak H. Zainuddin Langke Dg Tompo yang selama ini telah banyak membantu dan membina keluarga kami,” tambahnya penuh rasa syukur.

Kisah Akbar adalah bukti nyata bahwa latar belakang dan keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih mimpi. Dari lorong pasar yang berdebu di Minasa Maupa, lahir seorang prajurit tangguh yang siap menjaga negara. Seragam yang kini dikenakannya bukan hanya lambang pengabdian kepada negeri, melainkan juga bukti bakti dan rasa terima kasih seorang anak kepada ayah dan ibunya yang luar biasa. Sebuah perjalanan inspiratif: dari keringat di pasar, menuju pengabdian di garis terdepan tanah air. (LUTFI)

Editor : Muh Lutfi