TOTALITASNEWS.COM – Suasana pagi di Pasar Sentral Sinjai, Rabu (15/10/2025), tampak berbeda dari biasanya. Aktivitas para pedagang yang biasanya ramai di area atas pasar, kini dihiasi dengan derap langkah petugas gabungan yang datang dengan satu tujuan: menata kembali wajah pasar agar lebih rapi dan nyaman.

Penertiban bangunan liar milik pedagang itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, yang turun ke lokasi untuk memastikan proses berjalan tertib dan tanpa gesekan. Di belakangnya, barisan tim gabungan dari berbagai instansi bersinergi — mulai dari Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan ESDM, Dinas PUPR, hingga DLHK, serta dukungan dari aparat kecamatan, kelurahan, Polres, Kodim, dan Kejaksaan.

Langit cerah pagi itu seolah menjadi pertanda baik: penertiban berjalan aman dan lancar. Para pedagang yang terdampak diarahkan untuk direlokasi ke area dalam Pasar Sentral, agar aktivitas jual beli tetap dapat berlangsung tanpa hambatan.

Tak hanya soal bangunan liar, petugas juga terlihat memangkas pohon-pohon di sekitar pasar yang dinilai berisiko membahayakan pengunjung. Semua dilakukan dalam satu rangkaian kerja bakti besar untuk mempercantik kawasan sentral ekonomi masyarakat Sinjai itu.“Sesuai dengan Perda penertiban, ada beberapa pohon yang harus ditebang karena membahayakan pengunjung maupun pedagang. Penertiban ini dilakukan demi kenyamanan bersama dan akan berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, di sela kegiatan.

Namun, langkah pemerintah ini bukan sekadar soal bongkar dan bersih-bersih. Di baliknya, tersimpan semangat besar untuk menumbuhkan kembali kesadaran kolektif warga dalam menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

Melalui program Gerakan Sinjai Bersih “Tante Lisa” (Tangan Terampil Lihat Sampah Ambil), Pemkab terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan ikut berperan aktif menciptakan lingkungan yang asri.

“Kami sudah melakukan pendekatan persuasif kepada para pedagang. Bangunan yang dibongkar itu memang berdiri di lahan yang bukan peruntukannya, melainkan area parkir. Kami ingin semua tertib, tapi tetap manusiawi,” jelasnya.

Dengan penataan yang terus dilakukan, Andi Mahyanto berharap Pasar Sentral Sinjai tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga simbol keteraturan dan kesadaran bersama akan pentingnya ruang publik yang tertata.

Kini, harapan itu mulai tumbuh di antara deretan kios dan suara pedagang. Pasar Sentral Sinjai perlahan menata diri — menuju wajah baru yang lebih bersih, tertib, dan nyaman bagi semua. (*)