
TOTALITASNEWS.COM, SINJAI — Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa mengikuti kegiatan Inisiasi Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (KATALIS P2DD) Tahun 2026 secara virtual, Rabu (04/03/2026).
Bertempat di Ruang Rapat Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sinjai, Sekda yang juga menjabat Ketua Harian TP2DD Kabupaten Sinjai mengikuti agenda yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Program ini berfokus pada penguatan ekosistem transaksi pemerintah daerah, baik dari sisi pendapatan maupun belanja.
Mengusung tema “Percepatan Realisasi Penerimaan dan Belanja Daerah melalui Transformasi Digital”, KATALIS P2DD 2026 dilaksanakan secara hybrid dan diikuti pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.
Kegiatan dibuka Deputi Kemenko Perekonomian, dilanjutkan executive remarks oleh Bima Arya Sugiarto, serta keynote speech Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang menekankan pentingnya integrasi sistem pembayaran digital di daerah.
Sekda Sinjai menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan KATALIS P2DD yang dinilai strategis dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Sinjai berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas dan literasi digital seluruh perangkat daerah. Kami ingin memastikan transformasi digital, baik pada sisi penerimaan maupun belanja, dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” tegas Andi Jefrianto.
Ia didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah Asdar Amal Darmawan serta Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah A. Ilham Abubakar.
Forum nasional tersebut juga menghadirkan sesi talkshow bersama narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta ekonom ahli Bank Indonesia untuk membahas strategi penguatan sistem pembayaran dan integrasi data.
Melalui partisipasi aktif dalam KATALIS P2DD 2026, Pemkab Sinjai berharap dapat mengoptimalkan realisasi anggaran berbasis sistem digital terintegrasi, sebagai bagian dari upaya menghadirkan tata kelola keuangan modern dan pelayanan publik yang lebih prima di Bumi Panrita Kitta. (*)






