
TOTALITASNEWS.COM, MAKASSAR — Sorotan lampu panggung dan riuh tepuk tangan menyambut para pelaku UMKM yang berkumpul di Ballroom Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Jumat (14/11/2025).
Di antara tamu undangan, hadir Ketua Dekranasda Kabupaten Sinjai, Rozalina A. Mahyanto, yang datang dengan satu misi: mendorong perajin lokal untuk semakin percaya diri menapaki pasar yang kian kompetitif.
Acara pembukaan UMKM FI3STA 2025, yang tahun ini mengusung tema “Upgrading UMKM Through Digitalization & Sustainability Approach”, dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulsel, Andi Darmawan Bintang.
Tema tersebut seolah menjadi penanda arah baru perkembangan UMKM di Sulawesi Selatan—lebih digital, lebih berkelanjutan.
Ajang ini merupakan kolaborasi antara DPM-PTSP Provinsi Sulsel, Hotel Mercure, Dekranasda Sulsel, dan Dharma Wanita Persatuan.
Kerja sama yang memperlihatkan bahwa penguatan UMKM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga butuh dukungan ekosistem yang lebih luas.
Bagi Rozalina, FI3STA bukan sekadar pameran produk. Ia melihatnya sebagai ruang strategis tempat gagasan, kreativitas, dan peluang berkumpul.
“Dekranasda Sinjai terus mendorong kreativitas perajin lokal agar mampu bersaing. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperluas jaringan dan mempromosikan produk unggulan daerah,” ungkapnya di sela acara.
Keseriusan itu tampak ketika Rozalina, bersama Ketua Dekranasda dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel, turut melenggang di fashion show yang menampilkan karya para desainer dan pelaku UMKM.
Panggung itu berubah menjadi ruang apresiasi bagi warna, motif, dan karakter kain-kain lokal yang menjadi identitas budaya masing-masing daerah.
UMKM FI3STA 2025 digelar selama tiga hari, 14–16 November, menghadirkan pelaku usaha dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Tahun ini, ada partisipasi istimewa dari UMKM binaan SLB Negeri 1 Makassar, yang menambah warna inklusivitas dalam gelaran tersebut.
Bagi Sinjai, kehadiran Rozalina tak hanya sebagai representasi institusi, tetapi juga sebagai penyemangat bagi para perajin untuk terus berkarya dan memperluas jangkauan pasar.
Dengan dukungan digitalisasi dan pendekatan berkelanjutan, UMKM daerah diharapkan semakin kuat melangkah ke masa depan. (*)







