Totalitasnews – Gowa, Sekitar 1.300 pecinta motor trail dari berbagai provinsi di Indonesia memadati kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam ajang Wisata Adventure Malino (WAM) 2026 yang digelar Komunitas Trail 1927 Malino.

Pusat kegiatan berlangsung di Lapangan Tembak Malino. Para rider tidak hanya menaklukkan jalur ekstrem khas pegunungan Malino, tetapi juga menikmati panorama alam yang menjadi daya tarik utama kawasan wisata tersebut.

Ketua Panitia WAM 2026, Nuzul Mussawir menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Selamat datang di Malino dan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasinya. WAM bukan hanya menjadi ajang menyalurkan hobi dan menguji kemampuan berkendara, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, menjunjung tinggi sportivitas, serta membangun budaya keselamatan berkendara,” ujarnya.

Ia mengimbau peserta agar mematuhi aturan panitia, mengutamakan keselamatan selama melintasi jalur, serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam Malino.

Nuzul juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa, Polda Sulawesi Selatan, Polres Gowa, Kejaksaan Negeri Gowa, serta para sponsor seperti Bank Sulselbar, BPN Gowa, Bapenda Gowa, Links Decal, dan Rumah Kurcaci.

Sebelum pelepasan peserta, Plt Kapolres Gowa Kombes Pol. Gani Ardiansyah, S.I.K. menyebut kegiatan adventure trail menjadi ruang mempererat silaturahmi dan solidaritas antar komunitas.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan kesan positif kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kecintaan para rider terhadap alam sehingga muncul kesadaran untuk terus menjaga kelestariannya,” katanya.

Ia juga berpesan agar peserta menjunjung tinggi sportivitas dan tidak ugal-ugalan di jalan raya.
“Nikmati adrenalin di jalur yang telah disiapkan panitia. Salam satu jalur,” pesannya.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Gowa, Andi Ardiaman, S.H., M.H. yang juga pembina kegiatan sekaligus peserta menilai WAM 2026 memberi dampak sosial dan ekonomi besar bagi masyarakat.

“Event ini bukan hanya olahraga adrenalin, tetapi juga mempererat persaudaraan, mempromosikan potensi wisata Malino, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan jumlah peserta sekitar 1.300 rider ditambah keluarga, diperkirakan lebih dari 2.000 orang beraktivitas di Malino selama kegiatan. Hal ini berdampak positif bagi pedagang kecil, UMKM, penginapan, hotel, hingga sektor jasa lainnya.

“Event seperti ini layak mendapat dukungan semua pihak agar generasi muda memiliki ruang positif untuk menyalurkan hobinya, bukan kebut-kebutan di jalan raya,” tambahnya.

Selain jalur adventure, panitia juga menghadirkan Drag Tanjakan Bor Up. Ini merupakan kompetisi menaklukkan tanjakan ekstrem dengan motor yang sama dipakai di jalur adventure. Untuk kategori Srikandi, peserta diperbolehkan menggunakan motor bebas sesuai ketentuan.

Kompetisi tersebut menjadi hiburan yang paling menyita perhatian dan disebut sebagai yang pertama digelar di Sulawesi Selatan.

Pada WAM 2026, panitia menyediakan hadiah menarik berupa satu unit Kawasaki KLX 140 sebagai hadiah utama, tiga unit motor listrik, sejumlah hadiah hiburan, serta penghargaan The Best Rider.

Sejumlah pelaku UMKM di Malino berharap kegiatan serupa digelar rutin karena terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Kegiatan WAM 2026 turut dihadiri Camat Tinggimoncong, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gowa, unsur Forkopimda, komunitas trail dari berbagai daerah, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi.*(lutfi)

Editor : Muliadi Salam Musa