
TOTALITASNEWS.COM, MAKASSAR — Suasana Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar berubah riuh ketika Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melangkah menuju stand Kabupaten Sinjai pada Expo Kreatif Andalan Dekranasda Sulsel 2025.
Didampingi Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina, Gubernur tampak antusias meninjau langsung karya-karya unggulan UMKM Sinjai yang tampil mencolok di antara 24 kabupaten/kota peserta.
Dari sejumlah produk yang dipajang, kerajinan Kayu Pakis menjadi bintang utama. Material unik yang diolah menjadi dekorasi dan perabot bernilai seni ini menarik perhatian Gubernur yang terkesima melihat inovasi berbasis sumber daya alam berkelanjutan tersebut. Ia memuji kreativitas pengrajin Sinjai yang mampu menyulap bahan lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.
Tidak kalah memikat, Tas Rajutan Daun Lontara juga menjadi magnet bagi pengunjung dan tamu undangan. Tanpa kehilangan identitas lokal, desainnya tampil modern, elegan, dan siap bersaing di pasar fesyen. Ibu Naoemi Octarina turut memberikan apresiasi khusus untuk inovasi ini, menyebutnya sebagai bukti nyata kreativitas dan kesiapan UMKM Sinjai memasuki pasar yang lebih luas.
Sebelum menyambangi stand Sinjai, Gubernur Andi Sudirman dalam sambutannya menegaskan bahwa Expo Kreatif Andalan merupakan momentum penting bagi daerah untuk mendorong produk wastra dan kriya agar dapat menembus pasar nasional hingga internasional. Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini memperluas jejaring dengan buyer, desainer, dan kurator ternama.
Expo yang berlangsung hingga 23 November 2025 tidak hanya menjadi ajang pamer produk kreatif, tetapi juga wadah edukasi. Berbagai talkshow terkait digitalisasi UMKM dan strategi pembiayaan ekspor turut digelar, membuka wawasan pelaku usaha agar lebih adaptif menghadapi perkembangan pasar global.
Kunjungan Gubernur Sulsel ke stand Sinjai menjadi dorongan besar bagi para pelaku UMKM setempat. Dengan inovasi yang ditampilkan, Sinjai membuktikan diri sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam industri kreatif, sekaligus membawa nama daerah semakin dikenal dalam panggung ekonomi kreatif Sulawesi Selatan. (*)






