TOTALITASNEWS.COM, MAKASSAR – Suasana di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (3/11), tampak lebih ramai dari biasanya.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, resmi mengembalikan formulir pencalonannya sebagai Ketua KONI Sulsel periode 2025–2029, menandai langkah seriusnya untuk memimpin induk olahraga tertinggi di provinsi ini.

Dalam pernyataannya, Darmawangsyah—yang akrab disapa DM—mengungkapkan rasa syukur sekaligus tekad kuat untuk membawa perubahan positif di tubuh KONI Sulsel.

Ia menegaskan bahwa keputusannya maju bukan semata ambisi pribadi, melainkan karena adanya dorongan dan kepercayaan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kota, hingga cabang olahraga.

“Visi dan misi saya sudah tertuang dalam dokumen resmi. Saya maju karena adanya dukungan nyata dari banyak pihak. Jika diberi amanah, saya ingin KONI Sulsel menjadi lembaga yang tangguh, unggul, dan berdaya saing, dengan semangat kearifan lokal,” ujar DM.

Didampingi sejumlah tokoh olahraga dan politik, seperti Ketua Pengprov PBSI Sulsel Dhevy Khadaffi serta anggota DPRD Makassar Pahlevy dan Faried Rayendra, DM menyampaikan bahwa semangat juang adalah nilai yang ingin ia tanamkan dalam kepemimpinannya kelak.

Menurutnya, penurunan kinerja KONI Sulsel dalam beberapa tahun terakhir bukan disebabkan lemahnya struktur kepengurusan, melainkan karena kurangnya komunikasi dan sinergi antara KONI dan pemerintah provinsi.

“Saya sudah berbicara langsung dengan Ketua KONI saat ini, Pak Yasir Mahmud. Kami saling berbagi pandangan. Saya melihat persoalan utama bukan pada manajemen, tapi komunikasi yang belum sejalan. Ke depan, saya ingin menyatukan semua kepentingan demi kemajuan olahraga Sulsel,” jelasnya.

Jika terpilih, DM berjanji memperkuat sistem komunikasi internal, memperbaiki tata kelola organisasi, serta memastikan setiap cabang olahraga di 24 kabupaten/kota mendapat dukungan dan pembinaan yang merata.

“Ketika KONI Sulsel berprestasi, nama baik provinsi dan masyarakat ikut terangkat. KONI harus jadi pengarah dan pembimbing bagi seluruh cabang olahraga, bukan sekadar simbol,” tegasnya.

Sebagai mantan anggota DPRD Sulsel dua periode, DM juga menyoroti penurunan alokasi anggaran KONI Sulsel beberapa tahun terakhir. Ia menilai, peningkatan prestasi olahraga tidak akan tercapai tanpa dukungan pendanaan yang kuat.

“Saya ingin memperjuangkan agar anggaran KONI kembali meningkat. Karena tanpa dukungan finansial yang memadai, sulit bagi atlet dan cabang olahraga untuk berprestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Chalik Suang, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua KONI Sulsel, membenarkan bahwa hingga Senin sore, baru Darmawangsyah Muin yang mengembalikan formulir pencalonan. Dari lima nama yang mengambil formulir, hanya DM yang melengkapi dan menyerahkan berkas tepat waktu.

“Dukungan terhadap Pak DM sudah memenuhi syarat pencalonan. Dari 24 kabupaten/kota, hanya dua yang belum memberikan dukungan, sementara 18 cabang olahraga sudah menyatakan dukungan resmi,” ungkap Chalik.

Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2025 di Makassar.

Agenda ini akan menjadi penentu arah baru kepemimpinan olahraga Sulawesi Selatan lima tahun ke depan—dan bagi Darmawangsyah Muin, ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa komunikasi dan kolaborasi bisa menjadi kunci kebangkitan olahraga daerah. (LUTFI)