TOTALITASNEWS.COM, MAKASSAR – Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak cepat, TPKAD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah 2025 kembali menjadi ruang pertemuan penting bagi para kepala daerah se-Sulawesi Selatan dan Barat.

Diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, forum ini mempertemukan pemimpin daerah, regulator, dan pelaku ekonomi untuk membaca ulang denyut ekonomi regional dan merumuskan langkah strategis tahun mendatang.

Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, hadir bersama jajaran pimpinan daerah lainnya, menunjukkan komitmen Pemkab Sinjai untuk terus memperkuat inklusi keuangan di tingkat lokal.

Memetakan Arah 2025–2026: Dari Capaian Menuju Strategi Baru

Melalui forum ini, OJK memaparkan perkembangan Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sepanjang 2025 serta proyeksi kondisi ekonomi 2026.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa perekonomian Sulsel berada dalam tren positif dengan pertumbuhan solid di angka 5 persen lebih, didorong sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.

Penurunan tingkat kemiskinan menjadi salah satu capaian tahun ini. Namun, Muchlasin mengingatkan bahwa tantangan pemerataan dan ketimpangan masih perlu mendapat penanganan serius.

Menguatkan Desa, UMKM, dan Akses Keuangan Digital

Pemerintah Provinsi Sulsel, melalui Asisten I Ishak Iskandar, menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum memperkuat kembali fondasi ekonomi daerah. Arah kebijakan fokus pada:

  • percepatan akses layanan keuangan,
  • digitalisasi yang merata,
  • perluasan pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM, desa, dan kawasan pesisir.

Berbagai inovasi TPAKD seperti business matching, edukasi keuangan, hingga fasilitasi kredit produktif disebut menjadi kunci mempercepat ekonomi kerakyatan.

Sinergi Daerah: Komitmen Sinjai untuk Akses Keuangan yang Lebih Merata

Wabup Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, memanfaatkan forum ini untuk mempertegas peran Sinjai dalam memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai TPAKD telah memberi dampak nyata, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa yang sebelumnya sulit terhubung dengan lembaga keuangan formal.

“Pemerintah Kabupaten Sinjai berkepentingan untuk memastikan layanan keuangan semakin mudah dijangkau. Inklusi tidak cukup hanya membuka akses, tetapi juga membangun literasi agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan tersebut secara produktif,” ujarnya.

Andi Mahyanto optimistis sektor unggulan Sinjai—pertanian, perikanan, dan UMKM—akan tumbuh lebih kuat jika ekosistem keuangannya terus diperluas. Menurutnya, penguatan akses keuangan adalah salah satu instrumen penting menekan kemiskinan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Lebih dari Sekadar Forum

TPKAD Summit 2025 tidak hanya menjadi ajang laporan tahunan, melainkan wadah untuk merumuskan masa depan ekonomi daerah: bagaimana pemerintah, OJK, dan pelaku ekonomi bersama-sama mendorong layanan keuangan yang inklusif, modern, dan menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Dengan berbagai strategi yang lahir dari forum ini, upaya memperkuat ekosistem ekonomi lokal diproyeksikan menjadi lebih terarah dan berkelanjutan—menjadikan pertemuan ini bukan sekadar peristiwa, tapi bagian dari perjalanan panjang membangun kemandirian ekonomi daerah. (*)