TOTALITASNEWS.COM, Makassar — Menjelang datangnya Ramadan, perhatian pemerintah daerah di Sulawesi Selatan tak hanya tertuju pada kesiapan ibadah masyarakat, tetapi juga pada satu hal krusial.

Yakni stabilitas harga pangan. Dari sebuah ruang rapat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, strategi demi strategi dirumuskan agar lonjakan harga kebutuhan pokok bisa ditekan.

Di sanalah Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Mazda, hadir dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Selatan periode Januari 2026. Forum ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Bank Indonesia.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, serta dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Provinsi, pimpinan Bank Indonesia, hingga para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan. Kehadiran para kepala daerah mencerminkan bahwa isu inflasi kini dipandang sebagai urusan bersama, bukan semata tanggung jawab satu wilayah.

Mengangkat tema stabilisasi harga jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), forum ini menyoroti potensi kenaikan harga yang kerap terjadi saat Ramadan dan Idulfitri. Momen meningkatnya konsumsi masyarakat membuat pasokan dan distribusi pangan menjadi faktor penentu.

Diskusi mengerucut pada langkah konkret:

  • Menjaga stabilitas harga bahan pokok
  • Memastikan kelancaran distribusi
  • Memperkuat kerja sama antardaerah

Bagi daerah seperti Sinjai, strategi ini penting untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

Tak hanya bicara harga, pertemuan ini juga menyoroti percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui TP2DD. Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Wabup Sinjai hadir bersama Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kamaruddin, Andi Himawan Saleh, Asdar Amal Darmawan, Andi Ilham Abubakar, H. Andi Mandasini Saleh, serta Nurhayati.

Kehadiran lengkap jajaran ini menunjukkan keseriusan Pemkab Sinjai menyelaraskan kebijakan lintas sektor—dari pangan hingga pendapatan daerah.

High Level Meeting semacam ini mungkin berlangsung di ruang tertutup, namun dampaknya diharapkan terasa hingga ke pasar-pasar tradisional dan dompet masyarakat. Ketika koordinasi berjalan baik, harga lebih terkendali, distribusi lancar, dan transaksi keuangan daerah makin transparan.

Pada akhirnya, menjaga inflasi bukan sekadar urusan angka statistik. Ia berkaitan langsung dengan ketenangan masyarakat menjalani Ramadan—agar ibadah bisa khusyuk tanpa dibayangi kekhawatiran harga yang melambung.