SINJAI – Satu tahun kepemimpinan pasangan dan di Kabupaten Sinjai menunjukkan capaian signifikan di sejumlah indikator pembangunan. Data kinerja 2024–2025 mencatat perbaikan pada sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian.

Berdasarkan data resmi, angka kemiskinan Sinjai turun dari 7,82 persen pada 2024 menjadi 7,41 persen pada 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan meningkatnya pengeluaran riil per kapita masyarakat dari Rp10,66 juta menjadi Rp11,11 juta per tahun.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 71,81 menjadi 72,76 atau tumbuh 1,32 persen. Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang tertinggi di Sulawesi Selatan.

Indikator kesehatan dan pendidikan juga mengalami peningkatan. Angka Harapan Hidup naik dari 73,04 tahun menjadi 73,36 tahun. Harapan Lama Sekolah mencapai 13,46 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah berada di angka 7,97 tahun.

Pada sektor pertanian, produksi padi melonjak 12,03 persen dari 95 ribu ton menjadi 106,42 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Selain itu, tingkat pengangguran Sinjai tercatat sebagai terendah keempat di Sulawesi Selatan berdasarkan data BPS.

Bupati Ratnawati Arif menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kebijakan yang berorientasi pada penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi fokus utama kami dalam membangun Sinjai yang lebih maju dan berkeadilan,” ujarnya.

Rincian Capaian Kinerja 2024–2025

  1. Tingkat Kemiskinan turun dari 7,82% (2024) menjadi 7,41% (2025).
  2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 71,81 menjadi 72,76 (pertumbuhan 1,32% tertinggi di Sulsel).
  3. Angka Harapan Hidup meningkat dari 73,04 tahun menjadi 73,36 tahun.
  4. Harapan Lama Sekolah mencapai 13,46 tahun.
  5. Rata-rata Lama Sekolah berada di angka 7,97 tahun.
  6. Pengeluaran Riil per Kapita meningkat dari Rp10,66 juta menjadi Rp11,11 juta per tahun.
  7. Produksi Padi naik 12,03% dari 95 ribu ton menjadi 106,42 ribu ton GKG.
  8. Tingkat Pengangguran terendah ke-4 di Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut menjadi pijakan Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.