
TOTALITASNEWS.COM, SINJAI– Ruang Rapat DPRD Sinjai kembali menjadi tempat berlabuhnya suara masyarakat. Senin (24/11/2025).
Sejumlah Calon Jemaah Haji (CJH) datang membawa kegelisahan mendalam terkait kebijakan pengurangan kuota haji yang berlaku secara nasional oleh Kementerian Haji dan Umroh.
Kebijakan yang diumumkan tanpa sosialisasi itu mengguncang harapan ratusan warga Sinjai yang telah bertahun-tahun menunggu giliran menuju Tanah Suci.
Aspirasi tersebut diterima langsung oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sinjai, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Sabir, Ketua Komisi I Sutomo, dan Anggota Komisi I Andi Rusmiati Rustham.
Di hadapan para wakil rakyat, perwakilan CJH menyampaikan suara yang penuh tekanan emosional. Mereka mengaku kebijakan pengurangan kuota datang tiba-tiba, tanpa pemberitahuan yang layak.
Padahal, banyak di antara mereka telah melakukan persiapan besar, bahkan sampai menjual aset berharga—dari sawah, sapi, hingga tanah—demi mewujudkan impian menunaikan rukun Islam kelima pada tahun 2026.
“Pengurangan kuota ini tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu kepada kami calon jamaah haji. Tentu ini sangat merugikan kami,” keluh seorang CJH dengan nada kecewa.
Dari data yang disampaikan, 198 CJH Sinjai telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi, termasuk pengurusan paspor.
Namun kenyataannya, laporan terakhir menyebutkan bahwa kuota keberangkatan untuk Kabupaten Sinjai hanya 48 orang.
Perbedaan angka yang begitu besar itu semakin memperdalam kecemasan mereka.
Merespons keresahan tersebut, Andi Rusmiati Rustham menegaskan bahwa DPRD Sinjai tidak akan tinggal diam. Aspirasi ini akan diperjuangkan hingga ke level yang lebih tinggi.
“Insyaallah akan kami sampaikan ke tingkat yang lebih tinggi. Semoga kebijakan tersebut batal diberlakukan di tahun 2026 sehingga para CJH dapat berangkat semuanya,” ujarnya.
Pertemuan itu diakhiri dengan harapan besar: agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan pengurangan kuota.
Bagi para CJH, keputusan ini bukan sekadar angka—tetapi tentang harapan, pengorbanan, dan mimpi ibadah yang telah mereka siapkan dengan penuh kesungguhan.
Sementara itu, DPRD Sinjai berkomitmen terus mengawal isu ini, memastikan suara masyarakat tidak berhenti di ruang rapat, tetapi bergema hingga ke meja pengambil keputusan di tingkat nasional. (*)






