
TOTALITASNEWS.COM, SINJAI — Upaya Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk memastikan keberlanjutan layanan jaminan kesehatan daerah memasuki tahap penting, Selasa (9/12/2025).
Rapat penyusunan rencana kerja serta penetapan jumlah awal peserta PBPU dan Bantuan Daerah tahun 2026 digelar di Rumah Makan Arista, Jalan Persatuan Raya, menghadirkan jajaran Pemkab dan BPJS Kesehatan Cabang Sinjai.
Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi strategis untuk menyelaraskan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026.
Selain mengevaluasi capaian program tahun berjalan, diskusi juga berfokus pada keberlanjutan kepesertaan jaminan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Sinjai.
Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menekankan bahwa perencanaan yang disusun harus mengakar pada data yang valid dan kondisi lapangan. Menurutnya, dinamika seperti mutasi pegawai, pengangkatan baru, perubahan jumlah peserta, hingga kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) perlu dihitung teliti agar layanan tetap tepat sasaran.
“Sinergi dan ketelitian dalam penetapan data sangat penting agar program jaminan kesehatan kita berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah memperkuat kolaborasi dengan BPJS Kesehatan agar kualitas layanan kesehatan masyarakat dapat terus meningkat.
“Kerja kolaboratif adalah kunci untuk menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Sinjai,” tambahnya.
Melalui rapat ini, Pemkab Sinjai berharap penguatan tata kelola jaminan kesehatan dapat mendukung agenda prioritas pemerintahan RAMAH (Ratnawati Arif–Andi Mahyanto Mazda), terutama dalam peningkatan pelayanan publik di sektor kesehatan.
Rapat turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra A. Irwansyahrahi Yusuf, Asisten Perekonomian dan Pembangunan A. Ilham Abubakar yang juga Plt Kepala BKAD, Kadis Sosial A. Muhammad Idnan, Kadinkes dr. Emmy Kartahara Malik, serta Kadisdukcapil Sinjai.






