TOTALITASNEWS.COM, SINJAI – Auditorium Kampus Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai tampak lebih syahdu dari biasanya, Minggu (21/12/2025).

Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun pelan, menyatu dengan raut wajah haru para santri, orang tua, serta para pembina Rumah Tahfizh Al-Furqan Bongki.

Di ruang inilah, puluhan perjalanan sunyi dalam menghafal Kalam Ilahi dirayakan melalui Wisuda Tahfizh Al-Qur’an ke-VII.

Bagi Rumah Tahfizh Al-Furqan Bongki, wisuda ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi penanda komitmen yang terus dijaga dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Sinjai, sekaligus menumbuhkan generasi Qur’ani yang berakar pada nilai keimanan dan akhlak mulia.

Hadir mewakili Bupati Sinjai, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Sinjai, A. Ariany Djalil, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pengelola dan pengajar Rumah Tahfizh Al-Furqan.

Menurutnya, peran rumah tahfizh sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama.

Dalam sambutan tertulis Bupati Sinjai yang dibacakannya, A. Ariany menegaskan bahwa wisuda tahfizh ke-VII merupakan bukti nyata ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Qur’ani di Bumi Panrita Kitta. Generasi yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga religius dan berakhlakul karimah.

Tema wisuda tahun ini, “Generasi yang Mencintai dan Dicintai oleh Al-Qur’an,” menjadi ruh dari seluruh rangkaian kegiatan. A. Ariany menyebut tema tersebut sarat makna dan layak direnungkan oleh seluruh civitas Rumah Tahfizh, termasuk para orang tua santri yang selama ini setia mendampingi proses belajar anak-anak mereka.

Ia menjelaskan, mencintai Al-Qur’an bukan hanya diukur dari banyaknya hafalan, melainkan dari intensitas interaksi yang berkelanjutan—membaca, menghafal, hingga mentadabburi setiap ayatnya.

Sementara menjadi pribadi yang dicintai Al-Qur’an, lanjutnya, merupakan kemuliaan tersendiri yang menghadirkan ketenangan batin di dunia serta syafaat di akhirat kelak.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, A. Ariany mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Hafalan yang telah diraih harus terus dijaga melalui muraja’ah dan, yang lebih utama, diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

“Jangan berhenti sampai di sini. Wisuda ini adalah gerbang awal untuk menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an agar menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Menutup sambutan, A. Ariany turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua santri. Ia menyebut dukungan dan kesabaran mereka sebagai investasi akhirat yang nilainya tak ternilai.

Harapannya, sinergi antara rumah tahfizh dan keluarga terus terjaga, agar para santri mampu istiqamah dalam menjaga hafalan serta berkontribusi aktif dalam dakwah dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. (*)