
TOTALITASNEWS.COM, SINJAI — Sebuah momentum penting bagi dunia pendidikan dan budaya di Kabupaten Sinjai, Sabtu, 25 Oktober. Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai (Disdik Sinjai) menggelar kegiatan “Kemah Bahasa” di Lapangan Padaelo, Kelurahan Tassililu, Kecamatan Sinjai Barat.
Acara ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bahasa 2025 yang tidak hanya memeriahkan kecintaan terhadap bahasa, tetapi juga mengokohkan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Kepala Disdik Sinjai, Irwan Suaib, mengatakan kegiatan ini menjadi platform untuk dua hal utama: mengenalkan dan memperkuat penggunaan tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah) lewat lomba-lomba kreatif; serta memberikan bantuan nyata kepada peserta didik dari PAUD hingga SMP di kabupaten tersebut.
“Dinas Pendidikan saat ini juga telah berupaya untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sinjai. Berbagai program kegiatan telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 ini antara lain pengadaan bantuan seragam plus dan peralatan sekolah SD dengan jumlah penerima 1.157 siswa,” ujar Irwan .

Kemeriahan Bulan Bahasa kali ini dikemas melalui lomba yang cukup komprehensif. Tema yang diusung yaitu: “Budayakan Bahasa Ibu – Banggakan Bahasa – Raih Prestasi”.
Dalam perlombaan tercatat berbagai kategori, seperti pidato tiga bahasa, baca puisi, vlog, cerpen dan spelling-bee, hingga mendongeng dan komedi dalam bahasa daerah.
“Kemudian ada bantuan seragam plus dan peralatan sekolah SMP dengan jumlah penerima 1.741 siswa, pengadaan Chromebook SD dengan jumlah 254, Chromebook SMP dengan jumlah 404, dan Laptop PAUD dengan jumlah 111,” tambah Irwan.
Kepala bidang GTK Disdik Sinjai, Abdul Wahid Latief, menyebut bahwa kegiatan ini ditargetkan kepada siswa SD dan SMP, serta guru bersertifikat Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah. Kegiatan “Kemah Bahasa” yang berlangsung di Sinjai Barat menjadi puncak rangkaian perhelatan tersebut.
Tidak hanya lomba, Disdik Sinjai juga menyematkan program bantuan konkret sebagai bagian dari komitmennya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Bantuan tersebut meliputi:
- Seragam plus dan peralatan sekolah untuk 1.157 siswa SD,
- Seragam plus dan peralatan sekolah untuk 1.741 siswa SMP,
- Pengadaan 254 Chromebook untuk SD,
- Pengadaan 404 Chromebook untuk SMP,
- Pengadaan 111 Laptop untuk PAUD.
Bantuan ini mencerminkan strategi Disdik Sinjai dalam merespon tantangan era digital dan mendukung penguatan pembelajaran yang lebih modern. Dengan adanya Chromebook dan laptop untuk jenjang PAUD hingga SMP, diharapkan proses belajar-mengajar bisa semakin adaptif, terutama menghadapi perubahan pedagogi dan teknologi saat ini.

Mengapa ini penting
Peringatan Bulan Bahasa dengan rangkaian kegiatan dan bantuan seperti ini membawa beberapa makna strategis:
- Pelestarian bahasa daerah: Dengan memasukkan bahasa daerah pada lomba-lomba seperti cerpen, mendongeng atau komedi berbahasa daerah, maka budaya lokal turut diangkat dalam ruang publik pendidikan.
- Penguatan multibahasa: Penggunaan tiga bahasa (Indonesia, Inggris, daerah) membantu siswa lebih siap secara global dan tetap berakar secara lokal.
- Peningkatan akses teknologi: Bantuan perangkat seperti Chromebook dan laptop menandai langkah konkret menuju pembelajaran yang lebih modern dan merata.
- Pemberdayaan seluruh jenjang: Dengan menyasar PAUD hingga SMP, program ini memastikan bahwa fondasi pendidikan dibangun sejak awal dan berkesinambungan.
Tantangan dan harapan ke depan
Meski sudah banyak program diluncurkan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya distribusi bantuan yang harus tepat sasaran dan tepat waktu, memastikan perangkat yang diberikan digunakan optimal dalam pembelajaran, serta menjaga keberlanjutan program agar tidak hanya bersifat event tahunan tetapi menjadi bagian rutin budaya sekolah.
Harapan dari kegiatan ini adalah agar peserta didik bukan hanya memenangkan lomba, tetapi menjadi generasi yang “bahasaannya kaya, pengetahuannya luas, teknologinya siap dan budayanya kuat.” Disdik Sinjai melalui program ini telah menegaskan bahwa pendidikan dan budaya berjalan bersama — dan melalui teknologi, masa depan lebih terbuka. (*)






