
SINJAI — Pemkab Sinjai melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) menggelar Ekspose Dokumen Rencana Induk Kelitbangan (RIK) dan Sistem Informasi Daerah Sinjai (SIDa) Tahun 2025, di Command Center, Rabu (17/12/2025).
Sebagai langkah penting menuju pembangunan yang lebih inovatif, berdaya saing, dan berkeadilan.
Ekspose ini dibuka oleh Bupati Sinjai yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Andi Tenri Rawe Baso. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan, riset, dan arah kebijakan, sekaligus penegasan bahwa pembangunan daerah tidak lagi sekadar berangkat dari intuisi, tetapi dari data dan kajian ilmiah.
Lebih dari sekadar pemaparan dokumen, ekspose RIK dan SIDa menjadi upaya Pemkab Sinjai untuk menghimpun arahan serta masukan strategis, sekaligus membangun komitmen bersama agar dokumen final ini benar-benar menjadi landasan kebijakan kelitbangan dan inovasi daerah ke depan.
Kepala Balitbangda Sinjai, Alamsyah Bahar, menjelaskan bahwa penyusunan RIK merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat perencanaan pembangunan berbasis riset dan inovasi. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan amanat regulasi nasional, mulai dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang BRIN, hingga Permendagri Nomor 17 Tahun 2016 tentang pedoman kelitbangan di daerah.
“Dokumen RIK dan SIDa disusun sebagai instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan daerah memiliki dasar ilmiah yang kuat, serta didukung oleh ekosistem inovasi yang terarah,” ungkap Alamsyah.
Harapan besar pun disematkan pada dokumen ini. Melalui ekspose tersebut, Bupati Sinjai mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik yang bergerak di sektor ekonomi, pembangunan manusia, maupun sektor pendukung lainnya, untuk menerjemahkan peta jalan kelitbangan ini ke dalam aksi nyata.
“Kita ingin setelah ekspose ini, dokumen RIK dan SIDa benar-benar lahir sebagai kompas efisiensi anggaran dan inovasi. Sebuah panduan untuk memastikan Sinjai lima tahun ke depan tidak hanya tumbuh angkanya, tetapi juga sejahtera rakyatnya,” ujar Andi Tenri Rawe Baso saat membacakan sambutan Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Penyusun Balitbangda serta Tim Reviu Akademisi yang telah mengawal proses penyusunan dokumen sejak tahap awal. Mulai dari Focus Group Discussion (FGD) pemetaan isu strategis, FGD lintas sektor, hingga reviu akademis bersama mitra perguruan tinggi, seluruh tahapan dinilai krusial untuk menjaga kualitas dan relevansi dokumen.
“Terima kasih kepada Balitbangda yang telah mengawal penyusunan dokumen ini secara komprehensif, sehingga selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tutup Andi Tenri.
Ekspose ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD, perwakilan kepala bagian dan camat, tim reviewer dari unsur akademisi, serta Tim Penyusun Balitbangda. Dari forum inilah, arah pembangunan Sinjai dirajut—berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan harapan akan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. (*)






