TOTALITASNEWS.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai merajut kolaborasi dengan penandatanganan nota kesepahaman pada dua kampus ternama, di Rumah Jabatan Bupati Sinjai.

Kedua kampus tersebut yaitu Politani Pangkep dan ITB Nobel Indonesia. Kerja sama dengan Politani Pangkep diarahkan pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas SDM.

Artinya, mahasiswa dan dosen tidak hanya belajar di kelas, tetapi terlibat langsung dalam realitas pertanian dan peternakan lokal.

Sementara itu, kolaborasi dengan ITB Nobel Indonesia menitikberatkan pada pengelolaan sumber daya alam serta penguatan ekonomi dan bisnis daerah.

Perpaduan antara ilmu teknis dan manajemen diharapkan melahirkan model pembangunan yang lebih matang—dari hulu ke hilir.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh , disaksikan jajaran OPD dan pejabat Setdakab. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perguruan tinggi adalah mitra strategis dalam mencetak generasi yang siap menghadapi perubahan zaman.

Namun, pesan terpentingnya justru soal konsistensi. Ia mengingatkan agar kerja sama tidak berhenti pada seremoni, melainkan diterjemahkan menjadi program konkret, evaluasi rutin, dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ilmu yang Membumi

Dengan dukungan keahlian teknis dari Politani dan pendekatan bisnis dari ITB Nobel, Pemkab Sinjai berharap lahir riset-riset terapan yang bisa segera diadopsi petani dan peternak. Bukan sekadar laporan akademik, melainkan solusi nyata—cara tanam lebih efisien, pengelolaan ternak lebih produktif, hingga strategi pemasaran hasil usaha.

Acara ditutup dengan pertukaran cenderamata—simbol sederhana, tetapi sarat makna: dimulainya perjalanan kolaborasi jangka panjang.

Jika sinergi ini berjalan konsisten, bukan tak mungkin kampus benar-benar menjadi mitra desa, dan ruang kelas meluas hingga ke ladang-ladang masyarakat. Di sanalah pembangunan menemukan bentuknya yang paling nyata—dekat, relevan, dan berdampak. (*)