TOTALITASNEWS.COM, PANGKEP — Di sela riuh lalu lintas Kota Pangkep, irama kehidupan tampak berbeda pagi itu. Bukan denting gitar atau lantunan lagu yang biasanya terdengar dari sudut jalan, melainkan langkah-langkah penuh kepedulian dari sekelompok musisi jalanan yang membawa kabar bahagia bagi warga kurang mampu.

Dalam rangka memperingati Milad ke-14, Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Pangkep menyalurkan 62 paket sembako kepada warga di Kecamatan Minasatene dan sekitar Kota Pangkep. Bukan melalui panggung besar atau seremoni megah, tapi lewat cara paling sederhana: menyapa langsung warga di rumah-rumah mereka dan pengemudi bentor di pinggir jalan.

Senyum tulus pun mengiringi setiap paket beras yang diserahkan. Bagi para penerima, mungkin nilainya tak seberapa, namun bagi KPJ, di situlah letak makna dari setiap perjalanan musik yang mereka jalani—musik yang hidup bersama rakyat.

“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar sampai ke saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Syahril, atau akrab disapa Aril Quman, salah satu anggota KPJ yang turut membagikan sembako sejak 27 Oktober lalu.

Aksi sosial ini bukan hal baru bagi KPJ Pangkep. Setiap perayaan milad, kelompok ini selalu berupaya berbagi kepada masyarakat. Bagi mereka, ulang tahun bukan sekadar peringatan usia, tapi momentum untuk menebar syukur dan kebaikan.

Ketua Umum KPJ Pangkep, Saharuddin atau Udin Syahruddin, menegaskan bahwa perjalanan 14 tahun KPJ adalah kisah tentang semangat, solidaritas, dan kemanusiaan.

“KPJ bukan hanya tentang musik dan lantunan lagu, tapi tentang bagaimana kami hadir dan merangkul masyarakat. Empat belas tahun ini adalah perjalanan belajar, tumbuh, dan berbagi,” tuturnya penuh makna.

Selain berbagi sembako, perayaan milad juga diwarnai dengan pentas musik, silaturahmi anggota, serta peluncuran lagu-lagu terbaru dari para musisi jalanan lokal. Dalam kesederhanaan acara itu, terselip semangat besar: bahwa suara dari jalanan pun mampu menyalakan harapan dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat.

Di bawah langit Pangkep, lantunan syukur dari para penyanyi jalanan itu mengalun lembut — mengingatkan bahwa musik sejati bukan hanya soal nada, tapi tentang rasa yang dibagikan dengan tulus. (LUTFI)