
TOTALITASNEWS.COM – Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan langkah beraninya untuk meninggalkan model birokrasi lama.
Melalui penyusunan Rencana Induk Kelitbangan (RIK) 2025–2029, Sinjai bertekad membangun pemerintahan yang tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga berpikir berbasis data, bukti, dan pengetahuan.
Langkah penting menuju transformasi ini ditandai dengan pelaksanaan Forum Grup Discussion (FGD) II yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Sinjai, Senin (13/10/2025), di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai.
Forum ini menjadi ajang penajaman dan validasi akhir sebelum RIK difinalisasi sebagai peta jalan ilmiah pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Dari Rutinitas Menuju Inovasi
Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang membuka kegiatan, menyampaikan pesan kuat kepada seluruh jajaran birokrasi.
“Kita harus berpindah dari sekadar menjalankan anggaran menjadi menciptakan nilai. Melalui RIK ini, kita sedang menegakkan satu standar baru, bahwa setiap kebijakan pemerintah Kabupaten Sinjai harus berbasis pada bukti dan pengetahuan,” tegasnya.
Pesan itu bukan sekadar retorika. Ia menggambarkan semangat perubahan menuju birokrasi yang reflektif, kreatif, dan terbuka terhadap hasil penelitian. Sinjai ingin keluar dari pola kerja konvensional yang sering hanya berorientasi pada prosedur dan laporan, menuju tata kelola pemerintahan yang berpijak pada hasil riset dan inovasi nyata di lapangan.
Ilmu sebagai Fondasi Kebijakan
Kepala Balitbang Sinjai, Alamsyah Bahar, menjelaskan bahwa FGD II ini merupakan tahapan akhir penyusunan RIK. Selama empat hari ke depan, para peserta dari berbagai perangkat daerah akan melakukan validasi dan penyelarasan substansi agar dokumen RIK benar-benar menjadi scientific roadmap yang relevan dan aplikatif.
“RIK ini bukan sekadar dokumen, tapi panduan ilmiah yang akan menuntun arah pembangunan Sinjai lima tahun ke depan,” ujarnya.
Dengan pendekatan ilmiah, isu-isu strategis seperti efisiensi anggaran, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, hingga hilirisasi komoditas unggulan daerah diharapkan dapat diurai secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sinergi Menuju Sinjai Maju dan Berkelanjutan
Sekda Andi Jefrianto juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh kepala OPD agar mengutus staf terbaiknya untuk berpartisipasi aktif dalam forum tersebut. Ia menegaskan, hasil kelitbangan tidak boleh berhenti di atas meja kerja.
“Setiap hasil penelitian harus menjadi dasar perubahan nyata di lapangan,” ujarnya tegas.
Kegiatan FGD ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai Andi Ariany Djalil, para kepala OPD, kepala bagian, serta seluruh camat se-Kabupaten Sinjai.
Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bersama untuk menegakkan budaya kerja berbasis pengetahuan di seluruh level pemerintahan daerah.
RIK 2025–2029 diharapkan menjadi pijakan Sinjai untuk melangkah ke masa depan—menjadikan inovasi dan riset bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan roh dalam setiap kebijakan publik. (*)






