TOTALITASNEWS.COM, SINJAI — Pagi yang teduh di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Minggu (16/11/2025), berubah menjadi ruang penuh harapan. Belasan atlet muda berkumpul dengan seragam lengkap dan raut optimistis.

Mereka adalah wajah baru olahraga Hoki Sinjai—cabang yang untuk pertama kalinya akan bertarung di kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026.

Di hadapan para pelatih dan pengurus cabang, Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, melepas kontingen ini dengan penuh kebanggaan.

Bagi Ratnawati, keberangkatan mereka bukan sekadar perjalanan menuju arena tanding, tetapi langkah penting dalam membuka babak baru perkembangan olahraga di daerahnya.

“Kerja keras dan semangat kalian membuat kami bangga. Semoga perjuangan ini berbuah hasil membanggakan dan menjadi awal baik bagi tumbuhnya olahraga Hoki di Sinjai,” ujarnya, memberi motivasi sebelum keberangkatan.

Hoki menjadi salah satu cabang olahraga yang baru dipertandingkan di Porprov mendatang. Kabar baik itu langsung disambut serius oleh Federasi Hoki Indonesia (FHI) Sinjai.

Dalam waktu singkat, proses seleksi dan pembinaan atlet dilakukan intensif, melibatkan pelajar-pelajar berbakat dari berbagai sekolah.

Ketua FHI Sinjai, Ir. H. Ramlan Hamid, mengungkapkan bahwa tim ini merupakan hasil seleksi ketat dan pelatihan terarah.

“Persiapan anak-anak sudah cukup matang. Mereka dilatih langsung oleh pelatih berpengalaman agar teknik dan strategi mereka benar-benar siap untuk bertarung,” ungkap Ramlan yang juga menjabat Kadis Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Sinjai.

Sebanyak 18 atlet dipersiapkan untuk turun berlaga di Luwu pada 22–27 November 2025. Dengan usia yang relatif muda, energi mereka menjadi modal utama untuk menembus babak kualifikasi dan meraih tiket tampil di Porprov Sulsel 2026 yang akan digelar di Wajo dan Bone.

Bagi Sinjai, masuknya Hoki sebagai cabang baru adalah peluang untuk menambah deretan olahraga yang bisa bersaing di tingkat provinsi. Energi dari para atlet muda ini menjadi gambaran bahwa regenerasi olahraga di Sinjai terus bergerak.

Dalam suasana penuh kehangatan, para official FHI turut menyaksikan pelepasan tersebut. Ada rasa haru, optimisme, dan keyakinan bahwa perjalanan ke Luwu bukan sekadar pertandingan, melainkan batu loncatan untuk masa depan.

Ketika bus yang membawa kontingen akhirnya bergerak, semangat yang mengiringi mereka terasa jauh lebih besar daripada jarak yang akan ditempuh. Tim Hoki Sinjai kini membawa bukan hanya perlengkapan tanding—tetapi juga harapan seluruh masyarakat Sinjai. (*)