
TOTALITASNEWS.COM, MAKASSAR — Suasana Gedung Kartini pada Kamis (20/11/2025) dipenuhi para pegiat kerajinan dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan. Mereka datang dengan semangat baru.
Di tengah deretan tokoh perempuan penggerak ekonomi kreatif itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sinjai, Rozalina A. Mahyanto, hadir dengan komitmen memajukan UMKM kerajinan di daerahnya.
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Sulsel tahun ini tak sekadar menjadi forum rutin tahunan. Ia berubah menjadi ruang evaluasi, tempat gagasan bertemu, dan wadah untuk mengarahkan masa depan kerajinan Sulawesi Selatan, termasuk Sinjai.
Hadirnya para ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Sulsel memperkuat kesan bahwa sektor kerajinan bukan lagi pelengkap, melainkan kekuatan ekonomi yang terus bertumbuh.
Sinjai Siap Berlari Lebih Cepat
Dalam forum itu, Rozalina menegaskan bahwa Sinjai memiliki modal besar untuk memperkuat sektor kerajinan.
Mulai dari keterampilan para pengrajin, keragaman motif, hingga kekhasan bahan lokal—semuanya merupakan potensi yang terus dikembangkan.
Ia menyebut bahwa dukungan dari Dekranasda Provinsi Sulsel memberi energi tambahan bagi daerah.
“Melalui Rakerda ini, kami memperoleh masukan strategis dan peluang kolaborasi yang sangat bermanfaat dalam memperkuat ekosistem kerajinan di Kabupaten Sinjai. Dukungan dari provinsi menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memperluas pasar bagi pengrajin lokal,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Sinjai tidak hanya berfokus pada pengembangan kreativitas, tetapi juga daya saing, inovasi, dan keberlanjutan UMKM kerajinan.
Rakerda berlangsung dengan agenda yang merangkum banyak kepentingan dan masa depan industri kerajinan Sulawesi Selatan.
Mulai dari pemaparan program kerja provinsi, diskusi kelompok yang membedah tantangan lapangan, hingga penyusunan rekomendasi untuk tahun 2026.
Dari sini, lahirlah arah kebijakan baru yang akan menjadi pedoman bagi setiap Dekranasda kabupaten/kota—termasuk Sinjai.
Bagi Sinjai, pengembangan sektor kerajinan bukan hanya tanggung jawab formal Dekranasda, tetapi bagian penting dari upaya membangun ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sinjai menempatkan sektor ini sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan.
Melalui Dekranasda, program-program pendampingan, peningkatan kualitas produk, pelatihan inovasi, hingga perluasan akses pasar akan terus diperkuat sepanjang tahun 2026.
Dari Makassar, Rozalina membawa pulang bukan hanya rekomendasi Rakerda, tetapi juga semangat kolaborasi yang lebih besar.
Harapannya, industri kerajinan Sinjai mampu tampil lebih kuat, lebih kreatif, dan lebih siap bersaing—baik di pasar regional maupun nasional.
Dengan komitmen yang ditegaskan di Rakerda, Sinjai seolah sedang bersiap memasuki babak baru:
Babak di mana pengrajin lokal menjadi tuan rumah di tanah sendiri, sekaligus pemain yang diperhitungkan di luar daerah. (*)






