
TOTALITASNEWS.COM, MAKASSAR — Menjelang pergantian tahun, Four Points by Sheraton Makassar tengah mempersiapkan sebuah perayaan yang menjanjikan pengalaman berbeda. Yakni sebuah malam bernuansa etnik yang diramu secara modern.
Mengangkat kekayaan budaya dari berbagai penjuru Nusantara hingga ikon mancanegara.
Bertajuk “Fusion Ethnic”, tema ini menjadi wujud kolaborasi budaya dalam balutan malam tahun baru yang penuh warna.
Di balik ide besar ini, General Manager Four Points by Sheraton Makassar, Agus Sunaryo, menyimpan sebuah gagasan sederhana: merayakan keragaman dengan cara yang menghibur.
“Dalam dunia kuliner, ada istilah fusion—perpaduan East dan West. Tahun ini kami ingin menghadirkannya dalam bentuk budaya,” ujarnya.
Agus menuturkan, konsep tersebut tidak hanya menonjolkan etnik Nusantara, tetapi juga menghadirkan karakter budaya dari berbagai belahan dunia.
“Akan ada sentuhan Afrika, Mesir, China, sampai ikon lokal seperti Makassar, Bali, Padang, dan Jawa Barat.”
Dekorasi Ikonik dari Tiga Benua
Nuansa lintas budaya itu pertama kali akan terasa dari dekorasi ruangan. Director of Sales & Marketing, Deviasih Pujayanti, menyebut visual artistik menjadi “panggung utama” malam tersebut.
“Kami ingin menghadirkan ikon dari berbagai daerah dunia—tidak hanya Sabang sampai Merauke, tapi juga Cleopatra, tokoh Bali, hingga pakaian tradisional Padang,” katanya.
Dengan antusias, Deviasih bahkan masih berburu elemen penting: miniatur piramida. “Semoga dapat. Kalau tidak, kita tampilkan tokoh sebagai representasi,” ujarnya sambil tertawa.
Motif lokal seperti Kalimantan juga diselipkan untuk menjaga sentuhan Nusantara tetap dominan.
Para tamu pun diberi kebebasan berekspresi: mengenakan busana adat Toraja, kostum etnik internasional, atau apa pun yang mencerminkan tema malam itu.
Hiburan Etnik Modern Menghidupkan Malam
Sensasi fusion tidak berhenti pada visual. Di panggung utama, ritme tradisional akan disandingkan dengan alunan musik modern.
Deviasih mengungkapkan bahwa pihak hotel menghadirkan Sugerdani, salah satu band Makassar yang dikenal piawai membawakan lagu-lagu bernuansa Timur.
Menurutnya, kehadiran musik Timur justru mengikuti tren global. “Sekarang lagu-lagu Timur itu mendunia. Di Korea, di Amerika, genre seperti Balet sangat populer. Ini kebanggaan kita,” ujarnya.
Kolaborasi instrumen perkusi dan musik modern diharapkan menjadi pengiring yang menghidupkan suasana sekaligus menghadirkan nuansa etnik yang terasa segar.
Perayaan Lintas Budaya untuk Makassar
Agus Sunaryo menegaskan, perayaan ini lahir dari semangat merayakan keberagaman. “Fusion Ethnic bukan hanya konsep acara, tetapi bentuk penghormatan terhadap budaya dunia dan Indonesia.
Ajang ini menjadi ruang berekspresi sekaligus momentum merayakan kebersamaan,” tutupnya.
Dengan pendekatan yang menggabungkan elemen global dan kearifan lokal, Four Points by Sheraton Makassar siap menghadirkan salah satu pesta tahun baru paling unik di kota ini.
Sebuah malam yang menjanjikan warna, kreativitas, dan selebrasi budaya yang menyatukan dunia dalam satu panggung. (LUTFI)





