
Totalitasnews – Pinrang, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja sosialisasi bertajuk “Pelajar Anti Narkoba” bagi siswa sekolah dasar di Kelurahan Sipatokkong, Kabupaten Pinrang.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa (20–21 Juli 2026), bertempat di SD 21 Sipatokkong dan MI DDI Sipatokkong.
Program tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik Inovasi Desa yang digagas berdasarkan hasil survei dan wawancara langsung dengan pihak Pemerintah kelurahan Sipatokkong. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, ditemukan maraknya kasus kenakalan remaja yang dipicu oleh penyalahgunaan narkoba di wilayah setempat.
Penanggung jawab program kerja, Rhegina Ananda Arsyad Saini, menjelaskan bahwa edukasi yang ditujukan kepada siswa SD 21 dan MI DDI di Sipatokkong ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari ancaman barang haram tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran serta kewaspadaan anak-anak sejak dini mengenai bahaya narkoba, baik dari segi dampak kesehatan maupun konsekuensi hukumnya di masa depan.
Anak-anak sebenarnya sudah tahu apa itu narkoba, apa saja jenisnya, dan apa dampak kesehatannya. Cuma, selama ini mereka sebatas tahu kalau narkoba itu hanya bikin orang-orang emosinya jadi tidak stabil,” ujarnya.
Melihat celah pemahaman tersebut, tim KKN-T unhas bergerak memberikan edukasi yang lebih mendalam dan interaktif kepada anak sekolah. Program kerja ini dirancang bukan sekadar untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangun kewaspadaan dini secara konkret sejak usia sekolah dasar.
“Selain menanamkan materi untuk menjauhi pemakaian narkoba, kami juga menjelaskan wajibnya mewaspadai paket misterius. Kami tekankan kepada mereka untuk berani menolak jika diminta membawa barang asing atau menjadi kurir narkoba, karena dampaknya akan sangat buruk bagi masa depan mereka,” tambahnya.
Edukasi ini dinilai berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Keberhasilan program ini tidak hanya terlihat dari antusiasme anak-anak dalam mengikuti penyampaian materi, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam merespons pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa selama sesi berlangsung.
Melalui sesi diskusi dan permainan edukatif, anak-anak mampu menunjukkan pemahaman terhadap materi yang telah dipaparkan, baik dalam mengenali bahaya narkoba maupun memahami cara menghindarinya. Hal tersebut menjadi indikator bahwa informasi yang diberikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh para peserta.
Editor : Muliadi Salam Musa

