
TOTALITASNEWS.COM, Sinjai — Korps Brimob Polri merayakan hari lahirnya, setiap tanggal 14 November. Ketua DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Jusman, mengucapkan selamat.
Peringatan Hari Brimob ke-80 tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi Jusman, momen ini adalah ruang untuk merenungkan kembali bagaimana satuan elite ini telah menjadi tameng keamanan masyarakat dalam situasi apa pun—di tengah konflik sosial, ancaman terorisme, hingga bencana alam yang datang tanpa aba-aba.
Dengan tema “Brimob Presisi untuk Masyarakat”, Andi Jusman melihat bahwa arah pengabdian Brimob semakin jelas: dekat dengan rakyat, sigap menghadapi krisis, dan tetap humanis dalam setiap operasi.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sinjai, kami mengucapkan selamat Hari Brimob ke-80,” ungkapnya penuh penghormatan.
“Kami sangat mengapresiasi pengabdian Brimob yang selalu berada di garis depan menjaga keselamatan masyarakat.”
Baginya, kata presisi bukan hanya jargon. Itu adalah gambaran dari disiplin, kecepatan bergerak, dan ketepatan strategi yang selama ini membuat Brimob berperan sebagai pilar penting dalam keamanan daerah.
Di Sinjai sendiri, kiprah Brimob terasa dalam berbagai penanganan kamtibmas, mulai dari konflik lokal hingga dukungan terhadap mitigasi bencana.
Namun lebih dari itu, Andi Jusman menekankan bahwa keamanan bukan kerja satu pihak. Ia melihat bahwa sinergi Brimob dengan pemerintah daerah dan legislatif menjadi kunci terciptanya iklim pembangunan yang stabil.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan, dan Brimob memiliki peran besar dalam memastikan hal itu berjalan baik,” tuturnya.
Di usia 80 tahun, Brimob bukan lagi sekadar institusi bersenjata. Ia telah menjelma sebagai mitra masyarakat—tegas dalam tindakan, tetapi tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Peringatan tahun ini pun menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan soliditas korps, agar terus hadir sebagai pelindung yang presisi dan dipercaya.
Bagi Sinjai, keberadaan Brimob adalah bagian dari denyut nadi keamanan daerah. Dan bagi Ketua DPRD, ucapan selamat itu adalah bentuk hormat atas pengabdian panjang yang tak selalu terlihat, tetapi selalu terasa.






