
TOTALITASNEWS.COM, SINJAI — Minggu sore (16/11/2025), halaman Masjid Islamic Center Sinjai berubah menjadi ruang spiritual yang penuh kehangatan. Ribuan warga berdatangan sejak siang hari, membawa semangat yang sama: ingin mendengarkan langsung tausiah dari penceramah nasional, Ustaz Abdul Somad Batubara.
Di tengah padatnya jemaah, tampak para pimpinan dan anggota DPRD Sinjai hadir menyatu dengan masyarakat. Wakil Ketua II DPRD Sinjai, Sabir, berdiri berdampingan dengan Anggota DPRD A. Olivia Batari Sugi, Nurfa Damayanti, dan Misna. Mereka bergabung dalam barisan pemimpin daerah yang mengikuti kegiatan keagamaan yang digagas oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, H. Muh Nurdin Halid.
Tak hanya unsur legislatif, eksekutif pun turut hadir. Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, dan Wakil Bupati A. Mahyanto Mazda ikut meramaikan tabligh akbar yang menjadi bagian dari safari dakwah Ustaz Abdul Somad. Suasana kebersamaan terlihat begitu kuat—seakan menegaskan bahwa nilai spiritual bukan hanya milik masyarakat, tetapi juga menjadi dasar bagi para pemangku kebijakan daerah.
Dalam kesempatan itu, Nurdin Halid menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Sinjai dan kehadiran langsung jajaran pemerintah serta legislatif. Baginya, tabligh akbar semacam ini adalah ruang penting untuk membangun masyarakat yang kuat secara spiritual di tengah tantangan zaman.
Bupati Ratnawati Arif juga menegaskan hal serupa. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum berharga untuk memperkuat mental dan spiritual masyarakat Sinjai. Dengan suara yang lembut namun penuh keyakinan, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nurdin Halid atas prakarsa menghadirkan kegiatan keagamaan berskala besar di Bumi Panrita Kitta’.
Kehadiran Ustaz Abdul Somad menjadi pusat perhatian. Dalam suasana penuh kekhusyukan, ia membawakan tausiah tentang akhlak, ukhuwah, dan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan. Setiap kalimatnya disimak dengan saksama oleh jemaah, sementara sebagian lain tampak mencatat dan merekam momen tersebut sebagai pengingat yang bisa dibawa pulang.
Tak hanya menjadi ajang dakwah, tabligh akbar ini juga menjadi titik temu antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam suasana yang jauh dari formalitas. Sebuah ruang di mana semua duduk berdampingan, mendengarkan pesan moral yang sama, dan kembali diingatkan tentang nilai-nilai yang mengikat kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Saat doa bersama ditutup, langit Sinjai perlahan meremang. Namun, pesan-pesan kebaikan yang disampaikan hari itu meninggalkan cahaya tersendiri—cahaya yang diharapkan terus menyertai langkah masyarakat Sinjai dalam kehidupan sehari-hari. (*)







